Sebut saja namaku Reren usiaku menginjak 26 tahun aku adalah salah satu mahasiswa ilmu komunikasi di salah satu universitas di Surabaya. Aku hidup dilingkungan yang menurutku sangat ekstrim kehidupan yang tidak ada toleransi satu sama lain dan akupun memiliki jiwa yang sama seperti orang yang ada dilingkungan sekitarku. Jakarta yang keras menuntutku untuk berbuat apa saja yang sekiranya menghasilkan uang banyak untuk mengimbangi pola hidup teman-temanku.
Kehidupan sehari-hariku dari hanya minum minuman berakohol, dugem, merebut pacar orang bahkan aku pernah jadi selingkuhan ibu temanku sendiri. Semua itu sudah aku lakukan demi uang semata, Tetapi aku selalu peduli sekali dengan semua temanku, terutama dengan Dedi. Sampai-sampai teman-temanku tidak tau tau apa saja yang sudah aku lakuin selama ini, temenku mengira aku anak baik-baik.
Dibalik itu semua aku mempunyai pengalaman yang sangat buruk dan tak satupun orang tau. Cerita singkatku, Dedi temanku semenjak kecil di kampung hingga kini aku masih berteman dengan dia. Makan bareng main bareng bahkan tidur berhari-hari kita juga barengan bukan apa-apa sih karena udah akrab banget kayak kakak adik deh. Dedi itu 2 bersaudara dengan adiknya dia tinggal di Jakarta bersama ayah dan ibunya sedangkan adiknya tinggal dengan neneknya di Desa.
Ayah Dedi bekerja di salah satu kantor di Jakarta, kalau ibunya sih luar negeri jadi TKW selama 7 tahun hingga sekarang belum pulang. Rumah Dedi sering kosong Ayahnya pulang satu minggu sekali alasannya biar gak bolak balik karena jauh antara rumah dan tempat kerjanya. hmmm paling juga ayahnya Dedi punya selingkuhan bertahun-tahun gak ketemu istrinya juga.
Aku sering tidur rumah Dedi , kalau Dedi mah anaknya rajin nggak neko-neko pacar aja gak punya bagiku dia kurang jantan. Pernah ya aku ngajarin dia buat nembak cewek aku liatin video porno eh dianya marah. Kegiatan sehari-hari dia setelah pulang sekolah tidur belajar main sesekali beda sama aku deh sesekali ada waktu luang aku menyempatkan untuk membuka video-video porno bagiku itu belajar karena itu sudah kebutuhanku.
Sore hari aku dan Dedi ngopi diwarung sebelah, Dedi bilang kalau 2 hari lagi ibunya pulang karena kontrak kerja sudah habis dan nggak diperpanjang lagi ceritanya mau buka usaha aja dirumah. Ayahnya tidak bisa menjemput dengan alasan ada meeting di Bandung. Akhirnya Dedi-pun mengajak aku untuk menjemput ibunya di Bandara 2 hari lagi. Ya aku sih iya aja, kasihan kalau Dedi sendirian.
Dua hari kemudian aku dan Dedi bergegas berangkat ke Bandara dengan menggunakan taxi,
“ Pagi banget sih, emang pesawat jam berapa?, ” ucapku.
“ jam 7 nyampe sini, ikut aja gak usah banyak nanya kamu Ri, ” ucapnya.
Kemudian kami-pun bergegas kebandara. Sesampainya disana ternyata kita juga masih menunggu kareana pesawat yang ditumpangi ibu Dedi delay. Saat itu rasanya perutku lapar sekali, ditambah lagib mataku juga masih mengantuk. Kalau tau gitu aku nggak ikut deh. Kurang lebih 2 jam kami menunggu, aku menunggu di café, dan Dedi menunggu diruang di ruang tunggu.
Cerita Seks - Kisahku dengan ibu tiriku
Beberapa waktu aku menunggu, Tiba – tiba Dedi memanggilku,
“ Ayo Ri kita pulang ,” ucapnya.
Saat itu ternyata Dedi sudah bersama ibunya, sambil benggong aku ngeliatin wanita yang ada disamping Dedi. Aku melihat ibu Dedi dari bawah, saat itu dia mengebnakan highheels, kakinya sangat mulus putih bersih. Kemudian aku mulai beralih melihat keatas, saat itu ibunya mengenakan rokmini yang ketat dan minim sekali. Busssseeeettt dahhhh, bener-bener itu ibunya Dedi sexy banget cuy.
Dulu dia nggak seperti itu, dia bisa berubah 180 derajat lebih seksi montok cantik banget. Semakin keatas aku melihat ibu Dedi, dia saat itu memakai Kaos merah ketat dengan leher baju yang terbuka sehingga terlihatlah belahan dada yang mulus dan montok itu. Ditengah aku menikmati fantasi mesumku tiba-tiba Reren berkata,
“ Woy Ri, ngapain kamu benggong diem aja jabat tangan kek sama ibu aku, ” ucap Dedi membuyarkan fantasi sexs-ku.
“ oh iya Ri, ” ucapku menanggapi Reren .
Kemudian aku-pun segera menyapa Ibu Reren ,
“ Hey tante lama nggak ketem sekarang tante makin cantik aja sih, hhe…, ” ucapku memujinya.
Dengan suara lembut manja tante Gebby-pun menanggapi perkataanku,
“ Kamu nih bisa aja deh Ri, kamu kayaknya heran sekali sih lihat tante,hhe… yaudah yuk ayo kita cepet pulang, Oh iya Dedi buruan kamu cari taxi gih !!!, ” ucapku, lalu berbicara pada Dedi.
“ Iya Buk, ” ucap Dedi lalu bergegeas mencari taxi.
Tidak lama kemudian Dedi-pun kembali kepada kami karena sudah mendapat taxi. Kemudian kami-pun segera menuju taxi. Singkat cerita kami-pun sudah sampai di rumah Dedi, sesampainya dirumah tante Gebby langsung masuk kekamar untuk menaruh barang-barangnya. Beberapa saat dia berada dikamar kemudian tante Gebby-pun keluar kamar dengan mengenakan daster mini yang menggemaskan.
Wow… melihat tante Gebby yang seperti itu membuat pikiranku mendadak mesum lagi. Jika tante Gebby seperti it uterus aku semakin betah saja tidur di rumah Dedi. Misalakan Boleh aku rela jika harus kos sekalian disini, wkwkwk. Selama dirumah seharian tante Gebby berpakaian seksi banget, ya emang gitu kali ya kalau TKW pulang kerumah semua serba seksi.
Tante Gebby yang mungkin merasa gerah, dia-pun segera mandi. Beberapa saat setelah mandi aku-pun melihat tante Gebby berdiri didepan kamarnya sambil meyisir rambutnya yang panjang agak sedikit pirang dengan mengenakan celana hotpant dan tangtop hitam. Telihat saat itu buah dada-nya sangat montok sekali. Oh iya aku saat itu mengintip sela pintu kamar tante Gebby yang sedikit terbuka.
Gilak mulus sekali kulit tante Gebby, putih sekali sekali cuy... saat itu aku hanya mengintip sekitar 10 menit saja, lalu kembali kekamarku lagi. Didalam kamar aku terbayang-bayang dengan montoknya tubuh tante Gebby. Aku membayangkan dengan penuh nafsu sex hingga akhirya aku tertidur lelap. Beberapa jam-pun berlalu tidak terasa matahari pagi-pun sudah terbit membangunkan aku.
Bisa-bisanya Dedi tidak membangunkan aku, saat itu aku kesiangan bangunnya, akhirnya aku tidak berangkat kuliah deh. Yasudahlah mungkin Dedi tidak tau karena kita berbedakita beda jurusan sih dia Fakultas Hukum. Setelah itu aku-pun keluar dari kamar, ketika aku buka pintu aku lihat tante Gebby sedang mengepel lantai.
Gilaa tu ngepel apa ngapain sih nungging-nungging, goyang-goyang pantatnya, Ouhhh… semok bangettt dehhhh. Jujur pas ngeliat itu penis-ku berdiri tegak dan fikiranku tidak karuan, ingin rasanaya aku saat itu meremas-remas pantanya yang semok itu,
“eh Reren udah bangun ya, gak ada jam kuliah kamu?, ” ucapnya memecah fantasi sexsku.
“ee..ee..e.ee…nggak tante hari ini aku libur,” jawabku terbata-bata.
Tiba-tiba tante Gebby memmegang pundakku dan bilang,
“ Sana mandi dulu biar kelihatan seger dan wangi Ri, ” ucapnya dengan nada manja.
Saat itu aku berfikir tante Gebby kayaknya menggodaku deh, soalnya ketika berbicara denganku dari tatapannya dan cara bicaranya seperti nafsu kepadaku. Ini dia kesempatanku mumpung rumah sepi,hha. Nampaknya aku bisa melampiaskan hawa nafsku pendam selama dua hari. Aku emang udah nggak tahan setiap liat tante Gebby, birahiku sexku membara seakan akuingin merasakan kehangatan tubuhnya.
Mandi pagi emang nyegerin deh apalagi buka mata didepan udah ada Tante Gebby. Dengan mengenakan handuk menutupi sebagian tubuhku, tiba-tiba tante Gebby menarik tanganku,
“ Reren kamu ganteng banget sih ya, gagah deh tante suka sama Reren, ” ucapnya mengejutkanku.
Gilaaaa, ternyata tante Gebby lebih parah dariku,
“ Ya dong tante darah muda musti begini terlihat gagah ganteng tante Gebby juga kok makin cantik semok lagi, ” ucapku memujinya.
“ Ahhhh kamu bisa aja Reren, sini dong ikut tante ke kamar sebentar, ” ucapnya mengajakku.
Tanpa berpikir panjang, jelas aku mau lah masuk ke kamar tante Gebby. Tanpa basa-basi lagi aku-pun segera masuk kekamr Gebby dengan hanya mengenakan handuk saja tanpa menggunakn baju dan celana dalam,
“ Sini dong masuk Reren tutup pintunya sayang, tante gak papa kok tante cuma mau ngetes kejantananmu aja, ” ucapnya mengejutkanku.
Saat itu-pun aku hany tersenyum lalu aku tutup pintu kamarnya. Saat itu aku pura-pura lugu dan sok nggak tau tenatng maksud tante Gebby, padahal penis aku sudah tegang sekali di dalam handuk. Kemudian aku-pun duduk di sofa kamar, lalu tante Gebby semakin mendekatiku. Tanpa basa basi tante Gebby pegang penisku,
” waoooww belum apa-apa kok sudah tegang sih sayang, pasti kamu udah gak kuat yaa ngeliat tante pake rok begini, ” uccapnya.
Dengan wajah yang agak memerah aku jawab tante Gebby,
“ Iii… iya… tante , habis tante seksi banget sih, montok habis kamu tante, ” ucapku penih birahi sex.
Tante Gebby mulai aksinya membuka handukku, seketikaaku-pun telanjang bulat. Gilaa deh ni tante-tante girang udah gak tahan juga main buka. Lalu dimainkanlah dengan lincah penisku, setiap gerakan tangannya memberikan sensasi sex yang luar biasa. Penisku semakin tegang dan tante Gebby terlihat puas dengan kejantanaku yang lumayan besar.
Kemudian Tante Gebby segera duduk diatasku ternyata dia juga nggak pake celana dalem, kerasa banget saat itu memek-nya menempel di penisku. Tante Gebby memang pemain handal ciumannya dan belaian gadis perawan jauh deh sama tante Gebby. Bayangin aja saat itu aku cuma diem aja pasrah mau diapain cuma bisa ngrasain kenikmatan sex yang bener-bener melebihi rasa perawan,
“ Reren jangan Cuma diem dong ayo pegang payudara tante, kamu kurang suka ya. kurang montok payudara tante ??, ” ucapnya.
“ Enggak kok tante, Reren suka banget kok sama payudara tante, ” ucapku.
Setelah itu mulai deh aku beraksi, seperti biasa setelah sekian lama gak bercumbu. Aku pegang kedua payudara tante Gebby aku remas-remas berasa kekecilan tanganku buat satu payudara tante Gebby yang besar montok dengan putting yang menonjol,
“ Remas terus sayang terus, Ahhhhh… enak sekali Reren, terus sayang mainkan tanganmu buatlah tante basah sayang… Ahhhh…, ” racau tante Gebby.
Mungkin tante nggak kuat dengan remasan payudara tante langsung aja cium bibirku dengan lembut. Tante Gebby telanjang diatas ku dengan posisi duduk berhadapan menciumi ku aku dengan lihay meremas payudaranya tante Gebby , menggesek-gesekkan kemauluannya di penisku. Kemaluan tante Gebby mulus banget. Udah gitu memek tante Gebby besar dan tidak ada jembutnya sedikitpun.
Nampaknya dia rajin mencukur jembut-nya dan rajin merawat vagina-nya. Warna kulit vaginaya putih dengan belahan vaginayang berwarna agak kemerahan. Melihat itu aku semakin tidak saja ingin segera memasukan penisku kedalam liang senggama tante Gebby yang kencang dan nampak keset itu,
“ Reren gendong tante dong ke ranjang, kan lebih nikmat kalau mesum sembari tiduran sayang, ” ucapnya manja.
Tanpa berfikir panjang aku-pun segera membawa tante Gebby ke Ranjang. Sesampainya diranjang aku mulai mencium, mengemut payudara tante Gebby yang montok itu. Tanganku yang tidak mau diam , maka segera aku arahkan pada kemaluan tante Gebby, aku coba elus-elus dengan jariku . ku sisir bagian kanan kiri vagina tante Gebby.
Cerita Seks - Gairah tante listy
Aku cium pusar tante Gebby turun kebawah aku, jilat selakangan tante yang mulus putih bersih wangi,
“ Ahhhhh… terus sayang tante mau keluar sayang, terus sayang, Ouhhhh…, ” desahnya.
“ Jangan keluar dulu tante, nikmati dulu tante, nanti kita keluarinya bareng-bareng ketika ML, ” ucapku.
Sepertinya tante Gebby menahan agar tidak orgasme cepat. Dia terlihat seperti menahan sesuatau tapi tetep merasakan kenikmatan. Aku jilat bagian luar vagian tante Gebby, desahaaaann tantee byuuuuhhh sudah gak tahan tante sepertinya. Aku cari lubang kenikmatan yang lebih dalam terus aku kecup. Posisi berubah lagi dengan gaya 69.
Ouh… tante Gebby mengulum penisku yang besar sampai masuk semua penisku didalam mulutnya , nikmat sekali rasanya,
“ Ahhhh tante terus tante lebih masuk lagi tante, terus Eumm… Sssssshhh… Ahhhhh…. ,” ucapkumerasakan nikmat kulumanya.
Dengan gaya 69 kami saling memanjakan kemaluan kami dengan bibir kami dengan penuh nafsu sex,
“ Ouhhhh… Rennn, tante udah nggak kuat, Ssssshhhh… Ahhhhhhhhhhh, ” ucapnya mendesah kencang.
Tante Gebby pun ternyata telah orgasme, dia mengeluarkan cairan kental didalam mulutku. Tanpa berfikir panjang lagi, kmai yang sudah melakukan for play kurang lebih selama setengah jam bagiku sudah cukup, rasanya kenikmatan sex itu sampai ubun-ubun deh rasanya.
Tante Gebby kembali terlentang aku mencoba memasukkan penis ku ke dalam lubang kenikmatannya, denganpelan-pelan aku coba menggesek-gesek penisku pada vagina tante Gebby agar sedikit licin. Setelah licin, dengan perlhan mulai aku masukan,
“ Zlebbbbbbbbbbb…. Ahhhhh…, ”
Terbenmlah penisku didalam vagina tante Gebby, dengan perlahan terus masuk hingga sampai mentok ke dalam,
“ Ahhhhhh…. Ssssshhh…Ouhhhh…, ” desah tante Gebby.
Saat tante Gebby hanya bisa mendesaha dengan desahan yang sangat manja, bibirnya dan wajahnya terlihat memerah sekali. Melihat hal itu nafsu birahiku semakin tinggi saja, mulailah aku goyangkan penisku didalam vagina Tante Gebby,
“ Ssssssshhh… terus Rennn, lebih dalam Reren… Ouhhhh…, ”ucapnya.
Ini dia memek tante serasa perawan, rasanya setelah aku goyangkan penisku kedalam lubang tante Gebby rasanya sperti memperawani memek perawan, sempit dan nikmat banget. Sekitar 10 menit aku menggenjot vagina tante Gebby dengan cepat dan penuh nafsu, kurasakan aku akan mendapatkan puncak-ku,
“ Tante aku sudah gak tahan nih… Ouhhhh…, ”
Tidak lama kemudian setelah aku berkata seperti itu,
“ Croootttt… Croootttt… Croootttt… Croootttt…, ”
Tersemburlah spermaku membasahi bibir tante Gebby dan payudaranya. Saat itu aku kelurkan spermaku diluar. Baru Ml sekali saja aku sudah merasa lemas, hhha. Setelah aku mengeluarkan semua spermaku, Tante Gebby-pun segera membersihakan badannya denagn tissue. Beberapa menit kami beristirahat tiba-tiba,
“ Ayo Reren kita ML lagi, !!! Oh iya kamu kok terlihat lelah sih, kan kitabaru sekali Ml-nya masak iya kamu kalah sama tante sih sayang, ” ucapnya meledek-ku.
Dengan rayuan manjanya, lalu aku melihat tante Gebby yang masih telanjang, tiba-tiba saja penisku berdiri tegak lagi,
“ Sekarang kamu diem aja ya sayang, biar tante yang diatas yaaa kamu nurut aja sama tante, ” ucapnya.
Tanpa menunggu jawabanku tante Gebby-pun segera membenamkan penisku didalam vaginanya dengan gaya sex women on top,
“ Ahhhh…., ” desah tante Gebby merasakan nikmatnya penisku yang kembali msuk pada vagina-nya.
Tante Gebby bergoyang diatasku, payudara yang menggantung kenyal dan montok itu aku remas sembari aku emut kembali. Goyangan Sex-nya semaki hot saja ketika aku remas dan emut payudaranya,
“ Sssshhh…. Ahhhh… ahhhh… Ouhhh…. Ahhh…, ” desah tante Gebby sembari terus menggoyangkan pantatnya diatas kejantananku.
Mungkin posisi diatas membuat tante Gebby cepat klimaks. Bosan dengan ,mengkulum dan meremas payudara tante Gebby, aku-pun memegang pantatnya yang besar. Aku remas pantatnya dan goyangan-nya semakin keras aja. Tante Gebby memang handal dalam berhubungan seks, dia memainkan sendiri menikmati seperti biasa tante sudah orgasme lagi.
Aku juga merasakan sangat nikmat, aku lihat gerak tante Gebby semakin cepat saja, dia meggoyang-goyangkan pantatnya dengan liarnya,
“ Tante aku nggak tahan, aku pengen keluar nih…Ouhhh…, ” ucapku penuh nafsu sex.
“ Keluarin aja sayang, keluarin didalem, Sssshhh…, ” ucapnya dengan terus bergoyang.
Tidak lama setelah tante berkata itu aku-pun merasakan batang penis-ku terasa berdenyut-denyut, goyangan Tante Gebby yang semakinliar membuatku tidak kuta dan,
“ Croooottttt… Croooottttt… Croooottttt… Croooottttt…, ”
Keluarlah spermaku didalam vagina tante Gebby dengan derasnya, puas sekali rasanya aku saat itu. Tidak kusangka aku sudah bersetubuh sebanyak 2 kali. Banyak sekali spermaku yang keluar tidak seperti biasanya. Puas dengan keluarnya spermku aku segera mencabut oenisku dari dalamliang vagina tante Gebby, sungguh puas sekali rasanya bisa bercinta dengan tante Gebby.
Melihat penisku yang sudah tercabut dengan dipenuhi lendir kawin, tiba-tiba saja tante Gebby-pun menyambar penisku dengan mulutnya. Ouhhh… semua spermaku dia bersihkan dengan mulutnya sterampai tidak sedikitpun spermaku tersisa. Mungkin benar sperma membuat awet muda,buktinya tante Gebby ngeliat sperma seperti melihat madu murni, hha.
Setelah dua ronde tante masih saja terlihat biasa saja kita masih diranjang tanpa kain sehelaipun tante Gebby memelukku sambil menciumku. Payudaranya menempel didadaku vagina pas di penisku. Gimana ngugak tegang terus kalau caranya kayak gini terus. Sampai akhirnya tante tertidur pulas ak selimuti dan aku beranjak keluar dari kamarnya sebelum Dedi pulang.
Baru pertama kali ini aku bener-bener puas padahal udah berapa perawan yang aku rasain tapi gak ada yang seperti tante Gebby. Tante-tante rasa Gadis. Begitulah sepenggal ceritaku menikmati kemolekan tubuh ibu sahabatku sendiri.













