Dan untuk menghilangkan rasa kekhawatiranku serta agar istriku tidak curiga, malam itu aku berhubungan intim dengan istriku. Tapi saat berhubungan intim, aku selalu membayangkan tubuh Cika, gerakan-gerakan erotis, pantatnya yang padat, dan buah dadanya yang padat montok.
Keesokkan harinya aku menelpon Cika menyampaikan rasa kekhawatiranku, jawaban Cika cukup menenangkan pikiranku.
“Tenang mas, kemarin itu aku pas masa nggak subur, jadi aku biarkan pejuh mas keluar di dalam. aku juga nggak mau suami dan keluargaku tau tentang perselingkuhan kita. Sungguh itu pengalamanku pertama”
Perbincangan kami lanjutkan dengan nada penyesalan, mengapa perselingkuhan itu harus terjadi. Tapi aku dan Cika tidak berani berjanji perselingkuhan itu tak akan terulang kembali.
2 Minggu kemudian, Cika sms, menanyakan aku sibuk atau tidak. Kujawab, ‘buat kamu segala kesibukkan bisa kutinggalkan’. Kemudian Cika ngajak ketemuan di salah satu cafe di mall, katanya ada yang mau dia omongkan.
Langsung saja aku berangkat dengan mobil pajero kesayanganku menuju mall itu. Setibanya di mall, kuparkirkan mobilku dan langsung menuju cafe tempat kami janjian tadi. Di cafe itu aku melihat Cika sedang duduk sambil memainkan hp nya.
“Siang ini kamu benar-benar cantik Fan” kataku mengejutkanya.
“Haii, apak kabar mas Surya Bikin kaget aja, silahkan duduk mas..” jawabnya diiringi dengan senyum manisnya
aku pun langsung duduk di sampingnya, memesan kopi. aku langsung tanya pada Cika.
“Katanya ada yang mau di omongin, soal apa sih Fan?
Wajah Cika yang semula semeringah, berubah menjadi sendu, tampak ada beban berat yang sedang dipikulnya. Lalu dia bercerita habis bertengkar dengan mertuanya, karena dia dianggap boros dalam mengelolah uang rumah tangganya dengan suaminya.
“aku menitipkan anakku ke kakak iparku, aku mau cari ketenangan, karena itu aku hubungi mas Surya. aku malas dirumah dalam kondisi mertua masih uring-uringan”
“Ya sudah, sekarang kita mau kemana Fan?” tanyaku
“Terserah mas Surya saja, yang penting sebelum jam 8 malam aku harus sudah ada di rumah.
aku berpikir cepat, lalu kuajak Cika jalan ke tempat wisata pegunungan yang sejuk yang letaknya tak jauh dari kotaku. kebetulan juga ditempat itu aku mempunyai sebuah villa, dia pun setuju dengan ajakanku setelah membayar minuman kami berdua langsung melangkah menuju tempat parkir dan langsung meluncur menuju kawasan wisata itu.
Di perjalanan aku berpikir keras bagaimana caranya menyuruh keluar Pak Aryo penunggu villaku. Tak mungkin aku membawa wanita lain ke villaku, pasti nanti pak Aryo akan bicara sama istriku. Akhirnya aku putuskan untuk chek-in disalah satu penginapan di daerah wisata itu.
Setibanya di tempat wisata itu, aku mutar-mutar mencari penginapan yang cocok, yang jauh dari villaku. Dan pilihanku jatuh pada villa *****, tempatnya nyaman dan kupilih kamar yang paling belakang agak tersembunyi dengan parkir mobil di bawah dan kamar di atas.
Begitu kami masuk ke dalam kamar, pintu kamar tidak aku kunci karena penjaga penginapan pasti akan datang lagi mengantarkan minuman yang kami pesan dan perlengkapan mandi.
Begitu pintu kututup tanpa komando kami berdua langsung berpelukan erat bibir kami saling berciuman, benar-benar erat pelukan kami sampai hampir sesak nafas seperti sepasang kekasih yang sudah lama tak berjumpa.
“Aku kangen banget sama kamu Mas..” Katanya dengan nafas memburu.
“Aku juga Fan.. aku ingin kamu bersamaku selamanya…” Jawabku dengan nafas terputus-putus.
“Kita nikah aja yukk” Sambung Cika.
“Aku mau.. tapi apa mungkin?” jawabku.
Hampir 10 menit kami berciuman dengan posisi masih berpelukan kami melangkah kecil berputar-putar seperti penari ballet. Ciuman dan pelukan kami harus berhenti waktu terdengar suara pintu di ketuk, Cika segera duduk di kursi sofa sambil merapikan pakaianya yang agak acak-acakkan.
Kubuka pintu itu, dan kubiarkan penjaga penginapan menaruh dua cangkir teh di meja dan meletakkan perlengkapan mandi di ranjang. Waktu penjaga penginapan pamit, kuselipkan uang 100rb di sakunya sambil mengucapkan terima kasih. Si penjaga senang sekali mendapat uang tips dariku. Begitu sang penjaga keluar, pintu kamar langsung kututup dan kukunci.
aku pun langsung duduk di sofa, disamping Cika.
“Mumpung masih hangat teh nya, diminum yukk” Kataku sambil meyodorkan secangkir teh.
Dan Cika langsung mengambil cangkir teh itu, meneguk isinya.
Kuperhatikan caranya minum sungguh seksi bibirnya aku lihat begitu Cika tersenyum, senyumnya sungguh manis sungguh membuat nafsuku menggelora. Kurapatkan tubuhku ke tubuh Cika.
Saat Cika meneguk tehnya lagi, segera kutarik tanganya dan langsung kucium bibirnya yang masih penuh dengan air teh. Akibat lumatan bibirku itu, teh yang ada di mulut Cika sedikit tumpah keluar dan sebagian masuk di mulutku.
Kubuka mulutnya dengan lidahku, sampai air teh itu berpindah semua ke mulutku dari mulutku kembali kudorong kemulut Cika begitu terus dan bergantian. Hmm... ciuman yang sangat mengasyikkan yang pernah aku impikan tapi baru kali ini bisa aku lakukan.
Setelah beberapa kali saling tukar air teh yang bercampur dengan ludah kami berdua, akhirnya teh yang ada di mulut kami habis. Kini aku yang minum teh dengan porsi yang lebih banyak, kami pun berciuman lagi, saling dorong air teh ke mulut kami masing-masing. Tak terdengar desahan yang keluar, karena mulut kami penuh dengan air teh. Setelah air teh kedua itu habis dari mulut kami, Cika menarik mulutnya.
“Gilaa.. darimana mas Surya dapat ide ciuman seperti itu, nikmat sekali mas sungguh mengasyikkan” Katanya dengan nafas memburu.
Memang ciuman dengan model seperti itu membuat nafas kita jadi ngos-ngossan karena harus menjaga minuman agar tidak banyak yang keluar dari mulut.
“aku sering membayangkan berhubungan intim dengan berbagai cara, yang romantis dan lembut, termasuk cara berciuman tadi” jawabku singkat.
Kemudian aku bangkit dan kuraih tanganya, kami berdiri saling berhadapan merapatkan tubuh kami dan kembali berciuman.
“Fantasi apa lagi yang mau mas terapkan?” tanya Cika penasaran.
Tanpa menjawab pertanyaanya, langsung kudorong tubuh Cika ke meja rias denagn cermin yang besar. Di depan meja rias itu, tubuhku menghadap ke cermin dan tubuh Cika membelakanginya.
“aku ingin kita menari, dan tarian kita bisa lihat dari cermin itu” kataku sambil melucuti baju dan celananya.
Cika memahami maksudku, Cika juga melucuti baju dan celanaku, termasuk CD ku. Sekarang kami berdua dalam kondisi Bugil. Batang penisku yang sudah mengeras menempel di perut Cika, dan biji pelernya menempel di rambut kemaluannya yang tertata rapi.
Ada sensasi luar biasa saat biji pelerku kegesek-gesek rambut kemaluanya. Dari cermin kulihat pantat Cika, Oowwhhh pantat itu benar-benar mebangkitkan nafsuku.
Kuciumi lembut bibir Cika dan Cika membalas dengan cara yang sama, sedangkan tanganku meremas-remas pantat Cika, sesekali tanganku mengelus punggungnya.
Tangan Cika juga meraba pantatku, sesekali rabaanya menjangkau biji pelerku sambil berpelukan saling cium saling raba tubuh kami berdua bergerak ke kanan dan kiri. Sesekali kami berbalik posisi, sehingga Cika ganti yang melihat tubuhku dari cermin.
Perut Cika pun mulai basah dengan cairan penisku yang terus menetes, dan gesekan-gesekkannya membuat penisku benrdenyut. Dan tanganku mulai merayap, membelah pantat Cika, mengikuti lekuk-lekukknya, sampai ke anus, dan terus turun ke kemaluannya.
Kurasakan kemaluanya sudah basah. Payudaranya yang besar. dan puting susunya yang sudah mengeras semakin denyut penisku bertambah kencang. Tubuh kami mulai di penuhi peluh dan peluh itu semakin membuat nikmat karena penisku bisa lebih leluasa bergerak di tubuh Cika.
Setelah beberapa lama kami berciuman, masih dengan berpelukkan, kubaringkan tubuh Cika ke ranjang. Karena posisi berpelukan, maka tubuhku menindih tubuh Cika. Tanganku beralih ke depan, meremas-remas payudaranya dan memilin-milin puting susunya.
Sedangkan mulutku menghisap payudaranya yang satunya. Kumainkan lidahku di puting susunya, sesekali menjilati seluruh payudaranya yang membuat Cika geli kenikmatan. Cika cuma bisa mendesah dan menarik-narik rambutku.
Permainan bibirku terus turun, dari payudara ke perut, sedang kedua tanganku meremas-remas payudaranya.
“Ogghhh masshh.. nikmaatttt maasss… ohhhh.. terussshhhh” racaunya.
Kulihat matanya sayu, tanda sudah horny berat. Tapi aku masih ingin berlama-lama memainkan tubuh Cika yang indah, putih mulus dan menggairahkan ini.
Kini bibirku bermain di paha Cika, kuciumi pahanya bergantian, kanan dan kiri. Kujilati lipatan pahanya sampai ke selangkanganya. Terus jilatan lidahku turun ke betis. Tanganku kini mengelus-elus rambut kemaluannya.
Cika semakin mengglepar-glepar mendapat perlakuan seperti itu. Kemudian jilatan lidahku naik lagi ke atas, tanganku membuka lebar paha Cika, hingga kemaluannya yang merah dan basah terkuak.
Klitorisnya kumainkan dengan lidahku. Cika merintih kecil,
“Owgghhh nikmat masss terusssss masss” rintihnya semakin mebuatku bergairah.
Semakin liar lidahku memainkan kemaluanya. Kusapu seluruh kemaluannya dengan lidahku, kugigit-gigit pelan klitorisnya. Cika semakin membuka lebih lebar pahanya. Dan memberi kesempatan tanganku untuk meremas payudaranya. Peluhnya semakin deras, cahaya lampu neon membuat tubuhnya yang putih mulus semakin bersinar.
Cika bertambah kencang menggelinjang kekanan dan kekiri. Tanganya menekan kuat kepalaku agar semakin rapat di kemaluannya. Dan kali ini jilatanku bukan cuma di kemaluannya, tapi juga ke lubang pantatnya.
“Maassshhh Suryaaaaaa aakuuuuhhh maauuuuu keluaarrrr” desah Cika.
Mendengar desahan Cika, langsung saja kumasukkan lidahku ke dalam lubang kemaluanya. Pantat Cika terjingkat ke atas, dan dalam waktu yang bersamaan keluar lendir hangat dar dalam lubang kemaluannya membasahi lidahku.
Cika semakin kencang menarik rambutku, dan tubuhnya bergetar hebat, pahanya menjepit kepalaku. Kubiarkan beberapa saat lidahku di dalam lubang kemaluan Cika, sampai lendir hangat itu habis kuhisap.
Tak lama kemudian, tubuh Cika semakin lemas, jepitan pahanya di kepalaku sudah mengendur. aku langsung bangkit, dan tidur di sebelah Cika. Cika segera menciumiku dengan buas.
“Makasih masss, permainanmu bikin aku ketagihan” kata Cika sambil mengalihkan ciuman dari bibir ke keningku.
“Buat kamu, aku rela melakukan apa saja Fan, karena aku senang” jawabku
“Mas Surya, aku mau mandi dulu ya, nggak enak nih basah dan bau keringat begini”
“Iya, mandilah dulu, biar wangi tubuh kamu. aku juga mau ke mobil sebentar” jawabku
Dengan masih dalam keadaan bugil, Cika berjalan menuju kamar mandi yang memang tersedia di dalam kamar. Cika karena terkena air. aku segera mengenakan pakaianku, dan berjalan ke mobil.
Keluargaku selalu minum madu setiap pagi dan menjelang tidur. Karena itu, di mobilku selalu ada persedian madu, karena sering dalam perjalanan jauh kami kesulitan mencari madu. Kuambil botol madu dan kubawa ke kamar.
Dikamar kulihat Cika sudah selesai mandi, dan dia duduk di kursi sofa, handuk melilit di tubuhnya, tapi pundah dan pahanya tetap kelihatan. Raut kelelahan sudah tak tampak lagi, wajahnya benar-benar segar.
“Ke mobil ngapain saih mas?” tanya Cika penasaran.
“Ini ngambil madu” jawabku sambil menujukan botol madu.
“Emang buat apa sih mas? yanya Cika penasaran.
aku tak menjawab pertanyaanya, hanya kuraih tangannya, dan kugandeng menuju ranjang. Cika tidur terlentang di ranjang, dan kulepas lilitan handuk di tubuhnya. aku juga melepas pakaianku. Kembali kami dalam keadaan bugil. Kubuka tutup botol madu, kuminum sedikit isinya.
Lalu kulumat bibir Cika. Rupanya Cika baru sadar fungsi madu itu, dan dia juga semakin bergairah melumat bibirku yang manis karena madu. Sambil berciuman, kuteteskan madu itu ke payudara Cika. Kulihat mata Cika membelalak waktu kuteteskan madu ke payudaranya, dia seperti bertanya untuk apa madu itu. Botol mandi yang di tangan keletakkan di ujung ranjang, agar tidak tumpah.
Bibirku melepaskan ciuman Cika, lalu turun ke bawah menjelajahi payudaranya yang terlumuri dengan madu. Kuhisap payudaranya yang manis. Cika merintih kesakitan karena hisapanku, tapi mulutnya mengatakan sebaliknya.
“Iyaaahhhh hisap terussss maassshhh, sakit tapi nikmaattt”
Kuhisap payudara Cika bergantian. Dan satu jari tanganku kuoleskan pada madu yang meleleh di payudara Cika, lalu jariku itu kumasukkan ke dalam mulut Cika. Cika seperti anak kecil dapat es cream, asyik menghisapi jariku
Karena madu di payudara Cika sudah habis, dan rasa manisnya sudah hilang, kuraih botol madu dengan maksud untuk kulumuri tubuhnya dengan madu. Tapi kali ini Cika merebut botol madu itu. aku tak tau apa yang dia lakukan.
Cika mendorong tubuhku, sehingga kini aku yang tidur terlentang di ranjang, dengan kaki menjuntai kebawah. Lalu Cika menuangkan sedikt madu di batang penisku. Dingin-dingin basah rasa penisku. Kemudian Cika langsung menjilati penisku yang berlumuran madu.
Separuh batang penisku masuk ke dalam mulutnya, dan Cika memaju mundurkan kepalanya mengulum penisku. Kini giliranku yang kelojotan. Cika meletakkan botol madu ke lantai, sambil mulutnya sibuk mengulum dan menghisap penisku.
“Aaauugghhh… aghhhhssss… terussss Siittttt” cuma itu keluar dari mulutku.
Karena nggak tahan mendapat serangan dahsyat itu, aku lamgsung bangkit, dan dengan sedikit kasar mengangkat tubuh Cika untuk kurebahkan di ranjang.
Kedua paha Cika kuangkat tinggi-tinggi, hingga kemaluan Cika menyembul dan batang penisku yang sudah tegang mengeras langsung kumasukkan ke lubang kemaluannya. Kedua Kaki Cika bersandar di pundakku. Kusodok terus pelan-pelan sampai masuk semua batang penisku ke lubang kemaluannya. Cika mendesah keenakan. Desah kami memenuhi ruangan kamar villa.
Sambil kulihat penisku yang keluar masuk di lubang kemaluan Cika, tanganku meremas paha Cika. Sedang tangan Cika cuma bisa meremas-meremas sprei kasur.
“Penismu nikmaattt mass Suryaaaa .. aku suka bangett” racau Cika.
“Ogghhhh iya saaayaannggg,, lubangmu juga nikmaatttt” kami terus berpacu mengejar puncak kenikmatan.
Bberapa menit kemudian aku merasa ada cairan hangat yang mulai mendesak penisku.
“Fann, aku mauhh keluarrrr, aku keluarin dimanaaa?
“Di dalam ajaahhh masshhhh.. akuhhh jugaa mau keluaaarrrrr”
Kubenamkan seluruh batang penisku ke kemaluan Cika.
Crett.. crett.. crett.. crett… lendir kenikmatanku dengan kerasanya menyembur membasahi kemaluan Cika, sebelum ia melanjutkan omongannya. Kocokkan penisku dan semburan lendirku juga mempengaruhi kemaluan Cika, hampir bersamaan kemaluan Cika juga mengalirkan lendir hangat kenikmatan.
Perlahan-lahan kuturnkan paha Cika dari pundakku. Dan tubuhku ambruk menindih tubuh Cika.
Makasih Cika , kamu sungguh luar biasa” kataku.
Cerita Dewasa Sogokan Yang Nikmat Dari Keponakanku
Cika tak menjawab, hanya mencium bibirku, dan dari sudut matanya ada titik air bening.
aku tak inigin merusak suasana dengan menanyakan mengapa ia meneteskan air mata. Kubiarkan saja.
Setelah itu kami mandi bersama, dan mengulangi perstubuhan di kamar mandi. Jam 7 malam aku meluncur kembali ke kotaku, mengantar Cika kerumahnya.
Lebih dari enam kali kami melakukan perselingkuhan itu. Dan yang paling berkesan adalah perselingkuhan yang kami lakukan di villaku.














No comments:
Post a Comment