Togel212 12naga
Sarana365 RoyalKasino
ToyotaQQ EraQQ
close
Situs togel online terpercaya
close
Situs togel online terpercaya
Situs Agen Poker Permainan Promo Bank & Rating Min. Depo Link Daftar
Togel212 Togel, Slot Games, Casino, Sportsbook, Sabung Ayam, Tangkas, Poker & Domino Diskon Togel Terbesar, Mega Poin Reward, Hadiah Angka Unik, Cashback (15%, 20%, 212%), Rollingan 0.8%, Turn Over 0.3% & Bonus Refferal (1%, 3%) BCA, BNI, BRI, Mandiri, Danamon & CIMB Niaga ★★★★★ Rp.25.000
Situs Togel Online Terpercaya
12Naga Sportsbook, Casino, Poker, Domino, Togel, Slot Games, Sabung Ayam & Tangkas Cashback (Special, 12%, 12%), Win Up 1,2Jt, Parlay 12%, Rollingan 1,2%, Turnover 0.5% & Refferal 1.2% BCA, BNI, BRI, Mandiri, Danamon & CIMB Niaga ★★★★ Rp.25.000
12Naga
Sarana365 Sportbook, Togel, Poker, QQ, Live Casino & Slot Game Bonus Deposit, Cashback (3%, 15%, 100%), Komisi 0.5%, Refferal 3%, Rollingan 0.8%, Turnover 0.3% & Diskon Togel BCA, BNI, BRI, Mandiri, Danamon & CIMB Niaga ★★★★ Rp.50.000
Sarana365
RoyalKasino Baccarat, Roulette, Sicbo, Dragon Tiger & Slot Game Komisi Rollingan 0.8%, Cashback 2.5% & Bonus Refferal 3% BCA, BNI, BRI, Mandiri, Danamon & CIMB Niaga ★★★★★ Rp.25.000
RoyalKasino
ToyotaQQ Poker, AduQ, Capsa Susun, Domino99, Bandar Poker, BandarQ & Sakong Bonus Turn Over 0.3% & Bonus Komisi Referral 20% BCA, BNI, BRI, Mandiri, Danamon & CIMB Niaga ★★★ Rp.20.000
ToyotaQQ
EraQQ Poker, Bandar Poker, Domino, BandarQ Bonus Komisi Referral 20% & Bonus Turn Over 0.3% BCA, BNI, BRI, Mandiri, Danamon & CIMB Niaga ★★★ Rp.20.000
EraQQ


Send Button Widget

Sunday, April 29, 2018

Menikmati seks dengan janda muda

www.togel212.net

Aku bekerja di sebuah perusahaan cukup terkenal di Surabaya kota yg ramai, dan  tinggal (kost) di daerah perkampungan yg dekat dengan kantor cewek-cewek yg sering lewat di depan kost. Di sebelah kostku ada sebuah warung kecil tapi lengkap, lengkap dalam artian untuk kebutuhan sehari-hari, dari mulai sabun, sandal, gula, roti, permen, dan sebagainya itu ada semua.

Warung itu milik Ibu Yerika (biasa dipanggil Tante Ika), seorang janda cerai beranak satu yg tahun ini baru masuk TK nol kecil. Warung Tante Yerika buka pagi-pagi sekitar jam lima, terus tutupnya juga sekitar jam 9 malam. Warung itu ditungguin oleh Tante Yerika sendiri dan keponakannya yg SMA, Gusti namanya.

Seperti biasanya, sepulang kantor aku mandi, pakai sarung terus sudah stand by di depan TV, sambil ngobrol bersama teman-teman kost. Aku bawa segelas kopi hangat, plus singkong goreng, tapi rasanya ada yg kurang.., aku lihat jam dinding sudah menunjukkan jam 9 kurang 10 menit (malam), Aku keluar Rumah menuju warung Tante Yerika, aku jadi ragu, apa warung Tante Yerika masih buka yah.., aku ingin membeli rokok. Oh, ternyata warung Tante Yerika belum tutup, tapi kok sepi..,

“Mana yg jualan”, batinku.

“Tante.., Tante.., Dik Gusti.., Dik Gusti”, lho kok kosong, warung ditinggal sepi seperti ini,

Ah kucoba panggil sekali lagi,

“Permisi.., Tante Yerika?”.

“Oh ya.., tungguu”, Ada suara dari dalam. Wah jadi deh beli rokok akhirnya.

Yg keluar ternyata Tante Yerika, Tubuhnya hanya menggunakan handuk yg dililitkan di dada, jalan tergesa-gesa sambil mengucek-ngucek rambutnya yg kelihatannya baru selesai mandi juga habis keramas.

“Oh.., maaf Tante, Saya mau mengganggu nih.., Saya mo beli rokok gudang garam inter, lho Dik Gusti mana?

“O.., Gusti sedang dibawa ama kakeknya.., katanya kangen ama cucu.., maaf ya Mas Wandi, Tante pake pakaian kayak gini.. baru habis mandi sih”.

“Tidak apa-apa kok Tante, sekilas mataku melihat bagian tubuh yg lain Tante Yerika yg tidak terbungkus handuk.., kulitnya putih mulus, seperti masih gadis-gadis, baru kali ini aku lihat sebagian besar tubuh Tante Yerika, soalnya biasanya Tante Yerika selalu pakai baju kebaya. Dan lagi dengan hanya handuk yg dililitkan di atas dadanya berarti Tante Yerika tidak memakai BH. Pikiran kotorku mulai kumat.

“Malam gini kok belum tutup Warungnya Tante..?”

“Iya Mas Wandi, sekarang ini mau saya tutup, tapi permisi dulu ya, saya mau ganti’ pakaian dulu?

“Oh biar Saya bantu ya Tante, sementara Tante berpakaian”, kataku.

Masuklah aku ke dalam warung, lalu menutup warung dengan rangkaian papan-papan.

“Wah ngerepoti Mas Wandi“ kata Tante Yerika.., “sini biar Tante ikut bantu juga”. Warung sudah tertutup, Dan aku pulang lewat pintu.belakang warung

“Trimakasih lho Mas Wandi..?”.

“Sama-sama..”kataku.

“Tante saya lewat belakang saja”.

Saat aku dan Tante berpapasan di antara rak-rak dagangan, badanku menubruk tante, tanpa diduga handuk penutup di dadanya terlepas, dan Tante Yerika terlihat hanya mengenakan celana dalam merah muda saja. Tante Yerika menjerit sambil secara reflek memelukku.

“Mas Wandi.., tolong ambil handuk yg jatuh terus lilitkan di badan Tante”, kata tante dengan muka merah padam.

Aku jongkok mengambil handuk tante yg jatuh, saat tanganku mengambil handuk, di depanku persis ada pemandangan yg sangat indah, celana dalam merah muda, dengan background hitam rambut-rambut halus di sekitar memeknya yg tercium harum. Kemudian aku cepat-cepat berdiri sambil membalut tubuh tante dengan handuk yg jatuh tadi. Tapi ketika aku mau melilitkan handuk tanpa kusadari burungku yg sudah bangun sejak tadi menyentuh tante.

“Mas Wandi.., burungnya bangun ya..?”.

“Iya Tante.., ah jadi malu Saya.., habis Saya lihat Tante seperti ini bau parfumnya harum lagi, jadi nafsu dan terangsang Tante..”.

“Ah tidak apa-apa kok Mas Wandi, itu wajar., berarti mas Wandi laki-laki normal.”.

“Eh ngomong-ngomong Mas Wandikapan mo nikah..?”.

“Ah belum terpikir Tante..”.

“Yah.., kalau mo’ nikah harus siap lahir batin lho.., jangan kaya’ mantan suami Tante.., tidak bertanggung jawab kepada keluarga.., nah akibatnya sekarang Tante harus bersetatus janda. Begini tidak enaknya jadi janda, malu.., tapi ada yg lebih menyiksa Mas Wandi.. kebutuhan batin..”.

“Oh ya Tante.., terus gimana caranya Tante memenuhi kebutuhan itu..”, tanyaku usil.

“Yah.., Tante tahan-tahan saja..”.

Kasihan.., batinku.., andaikan.., andaikan.., aku diijinkan olehnya, biar memenuhi kebutuhan batin Tante Yerika.., ough.., pikiranku tambah usil.

Waktu itu bentuk sarungku sudah berubah, agak kembung, rupanya tante juga memperhatikan.

“Mas Wandi burungnya masih bangun ya..?”.

Aku cuma megangguk saja, di luar dugaanku, tiba-tiba tangan Tante Yerika meraba burungku.

“Wow besar juga burungmu, Mas Wandi.., burungnya sudah pernah ketemu sarangnya belom..?”.

“Belum..!!”, jawabku bohong sambil terus diraba dielus turun naik, aku mulai merasakan kenikmatan yg sudah lama tidak pernah kurasakan.

“Mas.., boleh dong Tante ngeliatin burungmu bentarr saja..?”, belum sempat aku menjawab, Tante Yerika sudah menarik sarungku, praktis tinggal celana dalamku yg tertinggal plus kaos oblong.

“Oh.., sampe’ keluar gini Mas..?”.

“Iya emang kalau burungku lagi bangun panjangnya suka melewati celana dalam, Aku sendiri tidak tahu persis berapa panjang burungku..?”, kataku sambil terus menikmati kocokan tangan Tante Yerika.

“Wah.., Tante yakin, yg nanti jadi istri Mas Wandi pasti bakal seneng dapet suami kaya Mas Wandi..”, kata tante sambil terus mengocok burungku.

Oughh.., nikmat sekali dikocok tante dengan tangannya yg halus kecil putih itu. Aku tanpa sadar terus mendesah nikmat, tanpa aku tahu, Tante Yerika sudah melepaskan lagi handuk yg kulilitkan tadi, dan burungku ditempelkan di belahan dadanya ternyata sudah digosok-gosokan diantara buah dadanya yg tidak terlalu besar itu.

“Ough.., Tante.., nikmat Tante.., ough..”, desahku sambil bersandar memegangi dinding rak dagangan, kali ini tante memasukkan burungku ke bibirnya yg kecil, dengan lahapnya dia keluar-masukkan burungku di mulutnya sambil sekali-kali menyedot.., ough.., seperti Tante Yerika merasakan cairan encer maniku ,Asin rasanya Aku seperti terbang rasanya.

Kadang-kadang juga dia sedot habis buah salak yg dua itu.., ough.., sesshh.

Aku kaget, tiba-tiba tante menghentikan kegiatannya, dia pegangi burungku ditariknya sambil berjalan ke meja dagangan yg ada di sudut, Tante Yerika naik keatas meja sambil nungging di atas meja membelakangiku, sebongkah pantat terpampang jelas di depanku kini.

“Mas Wandi.., berbuatlah sesukamu.., cepet Mas.., cepet..!”.

Tanpa basa-basi lagi aku tarik celana dalamnya selutut.., woow.., pemandangan begini indah, memek dengan bulu halus yg tidak terlalu banyak. Aku jadi tidak percaya kalau Tante Yerika sudah punya anak, aku langsung saja mejilat memeknya, harum, dan ada lendir asin yg begitu banyak keluar dari memeknya. Aku lahap rakus memek tante, aku mainkan lidahku di clitorisnya, sesekali aku masukkan lidahku ke lubang memeknya.

“Ough Mas.., ough..”, desah tante sambil memegangi susunya sendiri.

“Terus Mas.., Maas..”, aku semakin keranjingan, terlebih lagi waktu aku masukkan lidahku ke dalam memeknya, ada rasa hangat dan denyut-denyut kecil semakin membuatku gila.

Kemudian Tante Yerika membalikkan badannya telentang di atas meja dengan kedua paha ditekuk ke atas.

“Ayo Mas Wandi.., Tante sudah tidak tahan.., mana burungmu Mas.. burungmu sudah pengin ke sarangnya.., wowww.., Mas Wandi.., burung Mas Wandi kalau bangun dongak ke atas ya..?”.

Aku hampir tidak dengar komentar Tante Yerika soal burungku, aku melihat pemandangan demikian menantang, memek dengan sedikit rambut lembut, dibasahi cairan harum asin demikian terlihat mengkilat, aku langsung tancapkan burungku dibibir memeknya.

“Aughh..”, teriak tante.

“Kenapa Tante..?”, tanyaku kaget.

“Udahlah Mas.., teruskan.., teruskan..”, aku masukkan kepala burungku di memeknya, sempit sekali.

“Tante.., sempit sekali Tante.?”.

“Tidak apa-apa Mas.., terus saja.., soalnya sudah lama sih Tante tidak ginian.., ntar juga nikmat..”.

Yah.., aku paksakan sedikit demi sedikit.., baru setengah dari burungku amblas.., Tante Yerika sudah seperti cacing kepanasan gelepar ke sana ke mari.

“Augh.., Mas.., ouh.., Mas.., nikmat Mas.., terus Mas.., oughh..”.

Begitu juga aku.., walaupun burungku masuk ke memeknya cuma setengah, tapi sedotannya oughh luar biasa.., berdenyut nikmat sekali. Semakin lama gerakanku semakin cepat. Kali ini burungku sudah amblas dimakan memek Tante Yerika. Keringat mulai membasahi badanku dan badan Tante Yerika. Tiba-tiba tante terduduk sambil memelukku, mencakarku.

“Oughh Mas.., ough.., luar biasa.., oughh.., Mas Wandi..”, katanya sambil merem-melek.

“Kayaknya ini yg namanya orgasme.., ough..”, burungku tetap di memek Tante Yerika.

“Mas Wandi sudah mau keluar ya..? k0ntolnya rasanya menggembung ”. Aku menggeleng.

Ternyata kurasakan geli amat sangat terasa keluar mani encer creet,..” Enak geli rasanya , cairan Mas Wandi“ kata Tante Yerika. Kemudian Tante Yerika telentang kembali, aku seperti kesetanan menggerakkan badaku maju mundur, aku melirik susunya yg bergelantungan bergoyang-goyang karena gerakanku, aku menunduk dan kucium putingnya yg coklat kemerahan. Tante Yerika semakin mendesah,

“Ough.., Mas..”, tiba-tiba Tante Yerika memelukku sedikit agak mencakar punggungku.

“Oughh Mas.., aku keluar lagi..”, kemudian dari kewanitaannya aku rasakan semakin licin dan semakin besar, tapi denyutannya semakin terasa, aku dibuat terbang rasanya.

Ach rasanya aku sudah mau keluar, sambil terus menggoyang kutanya Tante Yerika.

Oughh Mas …aku keluar lagi..

“Tante.., Aku keluarin dimana Tante..?, di dalam boleh nggak..?”.

“Terrsseerraah..”, desah Tante Yerika. Ough.., aku percepat gerakanku, burungku berdenyut keras, terasa menggembung membesar didalam memek Tante Yerika ada sesuatu yg akan dimuntahkan oleh burungku.

Uhghhh, cruutt… . ada kenikmatan yg sangat luar biasa. Akhirnya spermaku aku muntahkan dalam memek Tante Yerika sampai tuntas, dan aku masih tak berhenti memompa menggerakkan badanku rupanya kali ini Tante Yerika menggeliat orgasme kembali, dia gigit dadaku. Lantas kutarik k0ntolku dari lobang memek yg basah oleh sperma.

“Mas Wandi.., Mas Wandi.., hebat Kamu Mas”.

Kulihat spermaku meleleh keluar dari lobang memek Tante yg masih menganga, sperma kental putih itu merembet diselakangan dan menetes kemeja.

Aku kembali kenakan celana dalam serta sarungku. Tante Yerika masih tetap telanjang telentang di atas meja.

“Mas Wandi.., kalau mau beli rokok lagi yah.., jam-jam begini saja ya.., nah kalau sudah tutup digedor saja.., tidak apa-apa.., malah kalau tidak digedor Tante jadi marah..”, kata tante menggodaku sambil memainkan puting dan clitorisnya yg masih nampak bengkak.

“Tante ingin Mas Wandi sering bantuin Tante tutup warung”, kata tante sambil tersenyum genit.

Lalu aku pulang.., baru terasa loyo sekali badanku, tapi itu tidak berarti sama sekali dibandingkan kenikmatan yg baru kudapat. Keesokan harinya ketika aku hendak berangkat ke kantor, saat lewat di depan warung Tante Yerika, aku di panggil tante.

“Rokoknya sudah habis ya.., ntar malem beli lagi ya..?”, katanya penuh pengharapan, padahal pembeli sedang banyak-banyaknya, tapi mereka tidak tahu apa maksud perkataan Tante Yerika tadi, akupun pergi ke kantor dengan sejuta ingatan kejadian kemarin malam.

www.togel212.net

 situs poker terpercaya