Diawali perkenalanku dengan seorang pramuniaga yg sangat cantik, umurnya sekitar 34 tahun dan mempunyai satu anak. Hanna namanya, sangat mudah diingat dan sangat enak terdengar di telinga. Perkenalanku berawal ketika aku sedang berlibur ke Pontianak.
Perkenalan itu sangat indah dan romantis, disaat matahari tenggelam tertelan air laut di atas dek ferry kulihat seorang wanita bersandar di tiang besi dgn rambut yg tergerai melambai-lambai tertiup hembusan angin laut, sungguh cantik dan sexy lekuk tubuh dan dadanya membusung ke depan, sweater ungu serta celana pendek warna hitam tak dapat menyembunyikan keindahan tubuhnya.
Dengan langkah yg pasti kuhampiri dengan sedikit sapaan dan percakapan yg sopan mulailah ia terbawa oleh obrolanku yg sedikit humoris dan kadang menimbulkan gelak tawa yg memunculkan lesung pipinya, ya ampun cantik sekali wanita ini.
Setelah puas dengan ngobrol ini itu dan matahari pun malu menampakkan wajahnya ternyata sdh pukul 19:00 WIB, tak terasa berakhir sudah perkenalan yang begitu lama di atas dek dan kami memutuskan untuk kembali ke bangku masing-masing. Kami berjanji akan bertemu kembali jam 21:30 di tiang besi saksi perkenalan kami.
Setelah mandi dan merapikan diri, tak sadar handphone-ku berdering, alarm yg sengaja kupasang telah memanggilku untuk segera naik ke dek karena sudah waktunya kujemput bidadariku di atas dek.
“Hai Danu..” sapa merdu Hanna menyapaku dengan menepuk punggungku saat aku memandang lautan.
“Hai, Han..” sedikit taktik, kubelai rambutnya.
“Maaf Han..” kataku mesra.
“Ada apa Danu..” balasnya manja.
“Nih benang bikin rusak pemandangan,” jawabku, padahal benang itu sejak tadi ada di tanganku haha~~~.
“Oh kamu ini bisa aja Dan..” bisiknya manja.
Hanna sudah bercerai 4 tahun yg lalu dikarenakan suaminya suka berjudi dan mabuk-mabukan yg membuatnya banyak dililit hutang dan kehidupan rumah tangganya selalu tak terhindar dari keributan.
“Kenapa kamu tak cari suami lagi, Han..” tanyaku untuk memecahkan keheningan.
“Ah.. nantilah,” jawabnya, “Aku masih suka sendiri dan masih kunikmati peran gandaku sebagai ibu dan ayahnya Ayu (anaknya) lagi pula gajiku masih cukup untuk membiayainya.”
“Hebat kamu Han, begitu tegar dalam keadaan begitu. Kurang apa coba.. kamu mandiri, cantik, sexy dan masih muda lagi, akupun mau mendaftar kalo masih ada lowongan.. ahahaha..” aku sengaja tertawa untuk meriuhkan suasana karena kulihat dia diam degan wajah yang agak memerah.
Cerita Seks - Masa SMA yang tidak bisaku lupakan
“Hahahhaa..” ternyata dia tertawa,
“Ah kamu ini pantesnya jadi adikku,” jawabnya melecehkan.
“Hahahaha.. aku malah,” terbahak-bahak karenanya, “Lho meskipun adik tp bisa buat adik untuk si Ayu (anaknya) lho.”
“Mana mungkin,” jawabnya.
“Lha kok nggak percaya.. jangan ketagihan ya nanti,” jawabku
“Yee.. siapa yg mau,” godanya manja.
“Aku yg mau,” jawabku. Kamipun tertawa riang.
“Dasar buaya,” jawabnya.
Tanpa sadar kapal bergoyang dan angin semakin kencang dan Hanna sudah ada di pelukanku, karena terombang-ambing kapal kudekap tubuh sintalnya dan tak luput kupengang buah dadanya yg besar, ternyata diapun diam saja. Kutahan goyangan kapal dan tak kulewatkan kesempatan itu dengan sedikit fantasiku kugoyangkan pantatku dan..,
“Ah.. nakalnya kamu..” ternyata diapun menyadari makin nekatnya aku mengambil kesempatan dalam kesempitan sambil mencubit pinggangku,
“Menggoda ya..” bisiknya.
“Ah masa, tapi suka kan,” jawabku.
“Hahahaa..” gelak tawapun tak terhindarkan lagi.
“Han, turun yuk, bahaya nih.. kayaknya angin semakin kencang dan goyangan kapal semakin garang kalo aku yang goyang kamu sih nggak masalah, lah ini kapal yang goyang.. hehehe..” ajakku mesra.
“Dasaar.. dasaar, bener-bener buaya kamu Danu,” balasnya manja.
“Upsssss.. bukan buaya tapi serigala.. hahahha..” balasku sambil tertawa.
Kamipun menuju anak tangga, satu persatu anak tangga kami lalui dengan tangan yg melingkari perutnya dan diapun melingkarkan tangannya di pinggangku. Dengan berani kucium telinganya, dia diam saja hanya reaksi tangannya saja yang menggenggam perutku dan kamipun sudah sampai di depan pintu yang bertuliskan staff only lalu kutarik pinggangnya untuk masuk, diapun tidak menolak. Dengan luas ruangan 2 X 4 m2 sangatlah luas bagi kami berdua. Dalam keremangan lampu kulumat bibir tipisnya, nafas kamipun semakin menderu. Ternyata dia pengalaman sekali dalam french kiss.
Kami berciuman 5 menit lamanya dan dia mulai membuka sweaternya sedangkan aku membuka jaket kulitku dan kami jadikan alas hingga tiada benang sehelaipun yg melekat di tubuh kami berdua. Sungguh indah tubuhnya, dengan ukuran payudara 36B dan belum turun kuanggap sangatlah sempurna. Dalam keadaan berdiri, kulumat bibirnya dan mulailah turun ke tengguk hingga payudaranya dgn puting yg merah muda,
“Seperti masih ABG saja,” pikirku.
Kulumat yg kanan dan kupilin-pilin yg kiri membuat suaranya, “Hmm.. ach.. hmm.. sppt.. Danu teruskan Dan.. aacch, enak Dannn..” Kepalaku pun ditekannya ke dadanya, tak kupedulikan dia, kuhisap, kugigit-gigit kecil putingnya hingga ia makin menjambak rambutku. Dengan jenggot yg baru kucukur 2 hari yg lalu kugesek-gesekan daguku di gunung kembarnya.
“Oooh Danuuuu.. please masukin dong.. sstt..” Tak kupedulikan ocehannya hingga kulumat perutnya, pusarnya dan akhirnya sampailah di gundukan surga dunia, sungguh indah.
Mataku terbelalak ternyata tidak ada sehelai rambutpun di sekelilingnya, harum dan wangi yg khas. Wajahnya yg cantik tersenyum manis padaku, kuturunkan wajahku sambil terus menjulurkan lidah di permukaan perutnya terus turun dan sampai di daerah yg paling kusukai, wangi sekali baunya. Tak perlu ragu.
“Ohh.. apa yg akan kau lakukan.. akh..” desahnya sambil memejamkan mata menahan kenikmatan yg dirasakannya.
Beberapa saat kemudian tangannya malah mendorong kepalaku semakin bawah dan,
“Nyam-nyam..” Nikmat sekali kemaluan Hanna.
Oh, bukit kecil yg berwarna merah merangsang birahiku. Kusibakkan kedua bibir kemaluannya dan,
“Cleeekk..” ujung hidungku kupaksakan masuk ke dalam celah kemaluan yg sdh sejak tadi becek.
“Aaahh.. kamu nakaal,” jeritnya cukup keras.
Terus terang kemaluannya adalah terindah yg pernah kucicipi, bibir kemaluannya yg merah merekah dgn bentuknya yg gemuk dan lebar itu membuatku semakin bernafsu saja. Secara bergantian, kutarik kecil kedua belah bibir kemaluan itu dgn mulutku.
“Ooohh lidahmu.. ooh nikmatnya Danu..” lirih Hanna.
“Danu, udah dong Dan, masukin aja.. Danuuu... oohh.. aku udah nggak tahan nich, please setubuhi aku..” pinta Hanna lirih.
Tanpa banyak mulut kumasukkan batang kemaluanku yg panjang dan tegak itu, dia tersentak,
“Ach pelan dong Say.. sstt..” Kugenjot dengan penuh perasaan, sementara tanganku tidak tinggal diam, kupilin-pilin puting susunya yg mungil.
Hanya sepuluh menit setelah itu goyangan tubuh Hanna terasa menegang, aku mengerti kalau itu adalah gejala orgasme yang akan segera diraihnya.
“Danuuuu.. aahh.. aku nggaak.. nggak kuaat aahh.. aahh.. oohh..” desahnya tertahan.
“Tahan Han.. tunggu saya dulu ngg.. ooh enaknya.. tahan dulu.. jangan keluarin dulu..” Tp sia-sia saja, tubuh Hanna menegang kaku, tangannya mencengkram erat di pundakku, dadanya menjauh dari wajahku hingga kedua telapak tanganku semakin leluasa memberikan remasan pada buah dadanya.
Aku sadar sulitnya menahan orgasme itu, mungkin karena lamanya ku-oral kemaluannya yg enak itu.
“mmmppphhhh.. ooohhhhh.. aahh.. Danu sayang.. Danu.. ooh enaak.. aku keluaaar.. oohh.. oohh..” teriaknya panjang mengakhiri babak permainan itu.
Cerita Seks - Keperawananku direnggut dua orang temanku
Aku merasakan jepitan kemaluannya di sekeliling burungku mengeras dan terasa mencengkram erat sekali, sementara itu batang kemaluanku masih tegak berdiri sedangkan dia sdh 4 atau 5 kali orgasme.
“Danu, ayo dong Say aku udah nggak tahan nich.. Danuuu keluarin dong.. aku hisap aja ya, biar cepat keluar..” Tanpa kusuruh dia sudah melumat dan menyedot kemaluanku.
“Astaga..” kurasakan tekanan dari dalam batangku sepertinya akan keluar.
“Han .. Han .. stop Han .. aku mau keluar nihhh..” desahku tertahan.
“Ya udah Danu, masukin aja ke memekku.. aku juga ingin merasakan pejumu membajiri mekiku.. aku kangen, udah lama nggak ada yg membanjiri memekku dengan peju..” balas Hanna dengan nada manja dan sedikit genit.
“Aach.. Han, aku mau keluar nih Han.. ach.. achh..” aku lemas lunglai tak berdaya di atas tubuh Hanna yang sexy itu.
“Makasih ya Danu..” Kamipun tertidur dan aku terkejut ketika terbangun sdh pukul 05:00, untung saja tidak ada yang memergoki perbuatan kami.
Setelah merapikan diri, kamipun kembali di kursi masing-masing dan kami berjanji akan bertemu kembali di kota, kebetulan kami satu kota. Sampai saat ini kamipun masih sering berhubungan dengan komitmen kebebasan yang menghargai serta menjunjung seks yg sehat. SELESAI.













