Togel212 12naga
Sarana365 RoyalKasino
ToyotaQQ EraQQ
close
Situs togel online terpercaya
close
Situs togel online terpercaya
Situs Agen Poker Permainan Promo Bank & Rating Min. Depo Link Daftar
Togel212 Togel, Slot Games, Casino, Sportsbook, Sabung Ayam, Tangkas, Poker & Domino Diskon Togel Terbesar, Mega Poin Reward, Hadiah Angka Unik, Cashback (15%, 20%, 212%), Rollingan 0.8%, Turn Over 0.3% & Bonus Refferal (1%, 3%) BCA, BNI, BRI, Mandiri, Danamon & CIMB Niaga ★★★★★ Rp.25.000
Situs Togel Online Terpercaya
12Naga Sportsbook, Casino, Poker, Domino, Togel, Slot Games, Sabung Ayam & Tangkas Cashback (Special, 12%, 12%), Win Up 1,2Jt, Parlay 12%, Rollingan 1,2%, Turnover 0.5% & Refferal 1.2% BCA, BNI, BRI, Mandiri, Danamon & CIMB Niaga ★★★★ Rp.25.000
12Naga
Sarana365 Sportbook, Togel, Poker, QQ, Live Casino & Slot Game Bonus Deposit, Cashback (3%, 15%, 100%), Komisi 0.5%, Refferal 3%, Rollingan 0.8%, Turnover 0.3% & Diskon Togel BCA, BNI, BRI, Mandiri, Danamon & CIMB Niaga ★★★★ Rp.50.000
Sarana365
RoyalKasino Baccarat, Roulette, Sicbo, Dragon Tiger & Slot Game Komisi Rollingan 0.8%, Cashback 2.5% & Bonus Refferal 3% BCA, BNI, BRI, Mandiri, Danamon & CIMB Niaga ★★★★★ Rp.25.000
RoyalKasino
ToyotaQQ Poker, AduQ, Capsa Susun, Domino99, Bandar Poker, BandarQ & Sakong Bonus Turn Over 0.3% & Bonus Komisi Referral 20% BCA, BNI, BRI, Mandiri, Danamon & CIMB Niaga ★★★ Rp.20.000
ToyotaQQ
EraQQ Poker, Bandar Poker, Domino, BandarQ Bonus Komisi Referral 20% & Bonus Turn Over 0.3% BCA, BNI, BRI, Mandiri, Danamon & CIMB Niaga ★★★ Rp.20.000
EraQQ


Send Button Widget

Wednesday, April 18, 2018

Aku di perkosa...

www.togel212.net

Kejadian kelam ini terjadi ketika usiaku 17 tahun saat itu aku masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA) perkenalkan namaku Lisa aku anak ke 4 dari 7 bersaudara saat ini aku bekerja di restaurant yang ada didaerah Surabaya sebagai pelayan.

Pada hari itu aku bangun dan langsung bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah, sebarnya aku ingin bolos sekolah hari itu hehe, tapi mau gimana lagi tugas banyak menanti di sekolah setelah siap aku langsung berangkat ke sekolah sesampainya di sekolah aku langsung disambut oleh temanku Dina, Rani, Kinta dan Santi. Tidak ada yang spesial di sekolah hanya bercanda, mengerjakan tugas dan istirahat. Sepulang dari sekolah biasanya aku masih sempat untuk bermain ke rumah temanku 2 sampai 3 jam apa lagi sekarang dirumahku tidak ada orang jadi aku sempatkan untuk bermain kerumah teman.

Ini adalah hari kedua aku sendirian di rumah, orang tuaku selalu sibuk Papa yang waktu sedang pergi untuk mengurus bisnis di Singapura ditemani Mama yang kebetulan juga mau berlibur juga disana, sedangkan pembantuku juga sedang pulang kampung sejak seminggu yang lalu karena ibunya sakit. Semoga saja pembantuku cepat kembali karena aku capek sekali selama tiga hari ini harus mengurus makan dan berberes sendiri.

Hampa rasanya hanya dirumah sendirian dan berdiam diri dikamar, aku pun turun ke bawah tanpa mengenakan apapun (ya, telanjang, sudah menjadi kebiasaanku bila di rumah tidak ada siapasiapa aku selalu tak berbusana di rumah, rasanya nyaman dan sehat, bisa membuat darah mengalir lebih lancar), di dapur aku mengambil sebungkus mie keriting dan memasaknya. Setelah matang aku membawa sarapanku ke atas untuk menikmatinya di balkon kamarku. Sebelumnya aku terlebih dulu mengambil daster merahku yang berdada rendah untuk menutupi tubuh polosku, walaupun eksis tapi aku harus tahu batasannya dong, kan ga enak kalau nanti kelihatan tetangga sekitar bisa jadi bahan omongan yang enggak-enggak.

Langsung saja kusantap sarapanku di pinggiran balkon sambil menikmati udara pagi yang segar, suasananya tenang dihiasi oleh kicau burung dan dedaunan yang beterbangan. Sehabis sarapan, aku langsung meletakkan piring di dapur lalu kembali lagi ke balkon sambil berdiri bersandar di balkon, beberapa orang yang sedang jogging melintasi depan rumahku, salah satunya adalah Tante Susi, tetangga dan teman mamaku, beliau menyapaku dari jalan, akupun tersenyum dan membalas salamnya.

Cerita Seks - Obat perangsang wanita

Sebuah truk sampah berhenti di setiap rumah untuk melaksanakan tugas hariannya mengambil sampah. Tak lama kemudian, truk itu berjalan ke arah sini dan berhenti tak jauh dari rumahku. Seorang petugas sampah turun mengambil kantong-kantong sampah dari rumah di sekitar situ. Tukang sampah itu berbadan tinggi dan agak gemuk, usianya sekitar 30aan, mukanya bundar dengan hidung yang besar. Sambil mengisap rokok, kuperhatikan dia selama beberapa saat sedang mengangkat kantong sampah lalu melemparkannya ke bak truk. Pelan-pelan aku mulai mikir yang jorok-jorok, pagi-pagi gini niat isengku sudah timbul.

"Pagi Non!" sapanya ketika melewati rumahku.
"Pagi Bang!" balasku.
"Eh.. Bang tunggu bentar, di dapur masih ada lagi sampahnya nih, sebentar ya!," lanjutku lagi.

Kebetulan tong sampah di dapur memang sudah penuh sesak, soalnya sejak mama pergi belum ada yang membereskannya. Bang, Bang, tolongin saya bisa gak, kan pembantu saya lagi gak ada, jadi sudah dua hari tuh sampah numpuk di dapur, bantu saya beresin dong yah, ntar saya kasih duit rokok deh! pintaku dengan nada manja.
Hhmm, OK deh Non.. Mana sampahnya, biar Abang bantu beresin! katanya.

Aku membukakan pagar dan mempersilakannya masuk, dia memperhatikanku terus sambil berjalan ke dalam, sesekali matanya mencuricuri pandang ke belahan dadaku yang menantang di balik belahan dasterku yang rendah, entah dia tahu atau tidak bahwa di baliknya aku tidak memakai apapun lagi.

"Sepi yah Non, sendirian di rumah nih? Lagi pada kemana?" tanyanya.
"Iya Bang, semua lagi keluar nih, sudah dari kemarin lusa sendirian" jawabku.
"Tuh Bang, udah penuh gitu, tolong yah!" lanjutku sambil menunjuk pada tong sampah biru besar di dapur. Si Abang tukang sampah mengangkat tong besar itu, sedangkan aku menumpuk beberapa dus bekas makanan dan menampungnya di tanganku.

"Bang, Bang, bentar dong, ini masih ada yang mau dimasukin, upss!!" dengan sengaja aku melonggarkan tanganku sehingga dusdus itu terjatuh semua.

"Duh, sori nih Bang, udah saya yang beresin aja!," lanjutku kemudian.

Aku pun berjongkok dan menunduk memunguti dusdus itu, dengan begini payudaraku terlihat jelas sekali di balik potongan dasterku yang rendah dan lebar itu. Dia terbelalak melihat buah dadaku yang menggantung indah, putingnya pun sekilas tersingkap dari balik dasterku. Aku tahu dari tadi matanya terus tertumbuk ke daerah dadaku, tapi aku purapura cuek dengan terus membereskan dus itu, bahkan sengaja kutundukkan lagi tubuhku, sehingga makin terlihatlah keindahan di baliknya. Perlahan kulihat kakinya melangkah mendekatiku, lalu ikut jongkok, tapi bukannya membantu membereskan sampah malah menyusupkan tangan ke belahan dadaku mencaplok daging kenyal di baliknya.

"Kurang ajar!" bentakku sambil menepis tangannya.

Tentu ini tidak membuatnya mundur, dengan sigap ditangkapnya kedua tanganku, tubuhku diangkatnya hingga berdiri lalu dihimpit ke tembok di sebelahku. Sesungguhnya sikap berontak dan jeritanku hanyalah purapura belaka untuk memanasmanasi nafsunya. Tangannya yang kokoh dengan mudah mengunci dua pergelanganku lalu diangkat ke atas. Tangannya yang lain meremas dadaku dengan kasar.

"Jangan Bang.. Hentikan.. Eengghh!" erangku meringis karena kerasnya remasan itu, tubuhku masih meronta pelan.
"Diam Non, Non sendiri kan yang mancing-mancing saya begini katanya berani."

Wajahnya mendekatiku mencaricari bibirku, aku menggelenggeleng purapura menolak dicium olehnya, namun tetap saja akhirnya tidak bisa menghindar dari lumatan bibirnya. Aku bisa merasakan nafasnya yang menderu dan bau badannya yang tidak enak (maklum banyak bergaul dengan sampah), tapi birahi yang meninggi membuat semuanya terlupakan.

Sebentar saja aku sudah memainkan lidahku membalas cipokannya. Tangannya mulai mengelus pahaku yang putih mulus sambil menyingkapi dasterku. Setelah meremas pantatku sejenak, tangannya lalu mengelus vaginaku yang berbulu lebat. Mataku membelakak ketika tangan itu meremas daerah segitigaku dengan jarinya sedikit masuk ke sana, desahan tertahan keluar dari mulutku yang sedang berciuman.

"Ga usah malumalu Non, udah basah gini kok, gak pake apaapa lagi, Non juga mau kan" seringainya mesum.

Dia melepaskan pergelanganku setelah aku berhenti meronta dan yakin telah menguasaiku. Diperosotinya dasterku dari bahu kiri sehingga payudaraku kiriku kini terbuka sudah, bulat kencang dengan puting kemerahannya yang menantang. Dengan penuh nafsu dilumatnya benda itu sambil tangannya menggerayangi pantatku. Aku cuma bisa mendesahdesah dalam posisi berdiri sandaran ke tembok, putingku makin mengeras karena permainan mulutnya yang nakal. Tibatiba seseorang nongol di pintu dapur dan tercengang melihat adegan di depannya. Orang itu tak lain adalah temannya yang menyetir truk sampah, rupanya dia menunggu lama di truk sehingga turun untuk memanggil temannya agar segera kembali, eh.. ternyata temannya itu sedang berasyikria denganku di dapur.

Si sopir bergegas mendekati kami sambil melepaskan seragam dinas kebersihannya, tubuhnya lumayan berisi dengan kulit hitam terbakar matahari. Kini aku dihimpit dari depanbelakang oleh mereka, tubuhku bersandar pada si sopir yang mendekapku sambil meremasi payudara kiriku serta merabaraba paha dan pantatku, sedangkan si temannya yang dipanggil Din menurunkan bahu kananku, maka kedua payudaraku tersingkap.

Si Din mengenyot payudara kananku dengan kencang sampai pipinya kembung kempot, tangannya mengelusi kemaluanku. Si sopir mulai menciumi belakang telingaku serta menggelikitik kupingku dengan lidahnya. Hal ini menyebabkan tubuhku menggeliat dan makin mendesah. Sambil menciumiku si sopir mengangkat dasterku yang telah berantakan, secara refleks aku mengangkat kedua tangan membiarkan satusatunya pakaian yang melekat di tubuhku lepas melalui kepalaku.

"Wah, bener-bener rejeki nomplok nih bisa dapet cewek putih mulus gini!" sahut si sopir mengagumi tubuhku.

Selanjutnya aku disuruh berlutut, lalu mereka membuka celananya di depanku. Aku sempat terpana melihat penis mereka yang sudah berdiri tegak, keduanya keras, berurat dan hitam. Milik si sopir sedikit lebih panjang daripada punya si Din.

"Ayo Non, pilih aja mana yang mau diservis duluan" kata si sopir cengengesan.

Kugenggam kedua penis itu dan sengaja memainkannya dengan kocokan dan pijatan pada zakarnya agar nafsu kedua orang ini makin membara. Aku tersenyum nakal melihat reaksi keduanya.

"Uuhh.. Ohh.. Asoy banget kocokannya Non!" desah si Din.

Cerita Seks - Selingkuhanku yang seksi

Aku mulai membuka lebar mulutku dan memasukkan penis Din ke dalamnya. Dengan penuh perasaan aku mengulum penis itu sambil tanganku mengocoki penis si sopir. Sesaat kemudian aku mengeluarkan penis si Din dan beralih ke si sopir, sepertinya servis mulutku membuatnya ketagihan, ia menahan kepalaku dengan tangannya seolah tak rela melepasnya.

Aku gelagapan saat si sopir menyenggamai mulutku dengan beringas hingga akhirnya dia menyembur ke dalam mulutku, sebagian meleleh ke dagu, namun sebagian besar tertelan. Aku tidak sempat mempraktekkan teknik menyedotku yang lihai itu karena dia terus menyodok mulutku bahkan ketika keluar sampai tersedak aku dibuatnya, begitu kulepas kulumanku aku langsung batukbatuk dan meludahkan sisa sperma itu dari mulutku.

Ditinggalkannya aku saja begitu saja setelah mereka berdua puas sungguh biadab kataku dalam hati, begitu malu aku rasanya setelah disetubuhi oleh kedua orang tersebut namum mau gimana lagi salahku juga yang terlalu nafsu dan terpancing oleh mereka berdua. Begitulah ceritaku sekian dan terima kasih. SELESAI.


 situs poker terpercaya